Kerajaan Majapahit merupakan salah satu peradaban besar Nusantara yang mampu berkembang pesat. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan masyarakatnya dalam mengelola sumber daya air.
Melalui sistem irigasi dan pipa tradisional, Majapahit mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Pipa Tradisional dalam Sistem Air Majapahit
Pipa tradisional Majapahit dibuat dari bahan alami seperti tanah liat, batu, dan bambu. Pipa ini berfungsi menyalurkan air dari mata air dan sungai ke area persawahan serta permukiman.
Sistem ini memanfaatkan gravitasi sehingga aliran air dapat berjalan secara alami tanpa teknologi modern.
Irigasi sebagai Pendukung Ketahanan Pangan
Irigasi yang terkelola dengan baik menjadikan sektor pertanian Majapahit berkembang pesat. Air dapat dialirkan secara merata ke lahan pertanian, terutama sawah.
Dengan sistem ini, masyarakat dapat menanam padi secara berkelanjutan dan menjaga ketahanan pangan kerajaan.
Nilai Sosial dan Kearifan Lokal
Pengelolaan air di masa Majapahit tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial. Pembagian air diatur melalui norma adat dan dilakukan secara gotong royong.
Nilai kebersamaan ini memperkuat hubungan antarwarga dan menciptakan keharmonisan dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Pembelajaran bagi Pengelolaan Air Modern
Sistem pipa dan irigasi Majapahit memberikan inspirasi bagi pengelolaan air masa kini.
Prinsip pemanfaatan bahan lokal, efisiensi aliran, serta partisipasi masyarakat dapat diterapkan untuk menciptakan sistem air yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.