Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya mikroplastik memunculkan pertanyaan baru mengenai keamanan infrastruktur air.
Salah satu isu yang sering diperbincangkan adalah dugaan bahwa pipa PVC tua dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam aliran air.
Kekhawatiran ini perlu ditelaah secara objektif berdasarkan pendekatan ilmiah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
PVC sebagai Material Perpipaan
Polyvinyl Chloride (PVC) merupakan material yang banyak digunakan dalam sistem distribusi air karena sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan memiliki umur pakai panjang.
PVC dirancang agar stabil secara kimia dan mekanis, sehingga tidak mudah terurai selama digunakan sesuai standar teknis.
Proses Degradasi Pipa PVC
Pada kondisi tertentu, pipa PVC dapat mengalami degradasi akibat faktor mekanis dan lingkungan. Gesekan air berkecepatan tinggi, tekanan berlebih, serta kualitas air yang mengandung partikel abrasif dapat menyebabkan keausan permukaan bagian dalam pipa.
Meski demikian, keausan ini umumnya tidak serta-merta menghasilkan mikroplastik dalam jumlah signifikan.
Tinjauan Ilmiah tentang Mikroplastik
Hasil kajian ilmiah menunjukkan bahwa sumber utama mikroplastik dalam air berasal dari lingkungan eksternal, seperti limbah plastik, degradasi tekstil sintetis, dan kemasan plastik sekali pakai.
Kontribusi dari pipa PVC tua dinilai relatif kecil dan sangat bergantung pada kondisi pemakaian serta kualitas material awal.
Upaya Mengurangi Potensi Risiko
Untuk menjaga kualitas air dan meminimalkan potensi risiko, beberapa langkah dapat dilakukan, antara lain:
•Inspeksi berkala jaringan pipa
•Penggantian pipa PVC yang telah melewati umur pakai
•Penggunaan pipa berstandar mutu tinggi
•Penerapan sistem filtrasi air yang baik
Langkah-langkah ini efektif dalam menjaga keamanan sistem distribusi air.