Aktivitas ketenagakerjaan di perkotaan sangat bergantung pada kelancaran infrastruktur dasar, termasuk jaringan pipa air, gas, dan sanitasi.
Ketika pipa utama mengalami kerusakan, banyak sektor usaha terpaksa mengurangi jam operasional atau menghentikan kegiatan sementara. Kondisi ini berdampak langsung pada pekerja dan stabilitas pendapatan rumah tangga.
Hubungan Infrastruktur Pipa dan Aktivitas Kerja
Ketersediaan air dan utilitas menjadi syarat utama bagi:
Gangguan pipa menyebabkan aktivitas kerja tidak berjalan optimal.
Penurunan Jam Kerja dan Pendapatan
Kerusakan pipa utama memicu:
Kelompok pekerja berpendapatan rendah menjadi pihak paling terdampak.
Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Dalam kasus kerusakan berkepanjangan, perusahaan menghadapi:
Akibatnya, risiko PHK meningkat dan memperlemah pasar tenaga kerja lokal.
Dampak terhadap Pekerja Informal
Pekerja informal seperti pedagang, buruh lepas, dan penyedia jasa kecil mengalami:
Dampak ini memperbesar kesenjangan ekonomi di perkotaan.
Studi Kasus Gangguan Ketenagakerjaan di Kota Besar
Di beberapa kota, kerusakan pipa utama menyebabkan pusat usaha dan kawasan industri berhenti beroperasi sementara.
Ribuan pekerja kehilangan pendapatan harian dan pemerintah daerah menghadapi tekanan sosial-ekonomi untuk memberikan bantuan sementara.
Upaya Perlindungan Tenaga Kerja
Untuk mengurangi dampak ekonomi terhadap pekerja, diperlukan:
Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas sosial-ekonomi.